-->

Selasa, 19 November 2013

Cerpen (KEITH'S BOOK)

cerpen created by : Ahyena Yuishioka
hak cipta : Nov/2013

KEITH'S BOOK_dracula diary_images by google.com

KEITH'S BOOK


Ini merupakan sebuah era baru dimana kegelapan mulai ada ditengah-tengah manusia. Membayangi setiap langkah manusia kemanapun mereka pergi. Dracula, Vampire, Dan Manusia Srigala merupakan salah satu contoh keberadaan kegelapan disekitar manusia. Mereka hidup berdampingan secara damai ditengah-tengah manusia meski beberapa menyangkal kedamaian tersebut.
Aku Keith, Keith Mightalty seorang Dracula berkebangsaan Amerika. Aku dilahirkan sebagai Dracula dari keluarga bangsawan Dracula Mightalty dan semua orang tau itu karena keluargaku merupakan keluarga bangsawan terkaya. Perbedaan Vampire dan Dracula dalam kisah ini yaitu Vampire merupakan orang mati yang mendapat gigitan dari dracula dan kembali hidup abadi, sementara Dracula merupakan mahluk yang lahir dari neraka secara turun temurun. Beberapa manusia memang tidak setuju dengan keberadaan kami, tetapi beberapa diantaranya menerima kami dengan baik dan bersedia hidup berdampingan dengan kami. Sama halnya dengan manusia yang beberapa ada yang baik dan beberapa diantaranya yang jahat, begitupun kaum kami. Salah satu manusia baik yang kukenal adalah Ryou Keigo seorang pemuda jepang yang kukenal dikelas kendo ketika aku pindah sekolah disana.
Aku mengenal pemuda itu cukup lama meski ia tahu jati diriku sebagai seorang keturunan Dracula tetapi ia tak sungkan untuk bergaul denganku. Kebaikan hatinya membuka matakau bahwa tidak semua manusia jahat, dan tidak sepantasnya kami para mahluk lain menghianati kebaikan manusia. Aku dan Keigo banyak menjalani hari bersama hingga aku jatuh cinta kepadanya, untuk pertama kalinya setelah berpuluh-puluh tahun umurku. Aku merasakan apa itu cinta. Dan sama halnya dengan Keigo, diapun mencintaku hingga kami pada akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih.
"Kau gila Keith, apa yang ada diotakmu itu hah? Kau berpacaran dengan manusia? Bahkan ia tidak sepadan dengamu!" Hujat Sam, sang ayah.
Jane, sang ibupun mendekati Keith dan memeluk erat dirinya. "Jaga keegoisanmu itu Keith. Kau juga harus fikirkan bagaimana kaum kita nanti dengan adanya hubungan kalian. Kau memang boleh berhubungan baik dengan manusia tapi untuk kejenjang serius seperti ini..." ujarnya.
"Apa yang salah Mam, Dad? Seperti kalian tidak melihat tayangan film Twilight saja, bukankah disana saja hubungan kedua mahluk itu tidak dilarang? Kenapa aku dilarang?" Kesal Keith.
"Tidak Keith. Kau tidak mengerti. Kaum kita berbeda, kita bukan vampire mayat hidup itu. Kita Dracula kaum iblis bangsawan. Keigo tidak bisa jadi seperti kita dan sebaliknya juga. Meskipun dia mati dan hidup kembalipun tetap tidak bisa dia akan menjadi Vampire bukan Dracula." jelas sang Ibu.
"Tapi bu, aku mencintai dia!" sambung cepat Keith.
"Cinta bukan segalanya dalam kaum kita Keith. Kita iblis bukan manusia, kita hidup dengan darah dingin bukan dengan cinta." Ujar tegas sang ayah.
"Itu menurut ayah, bukan aku!" bentak Keith.
Suasanapun hening sesaat.
"Ayah akan menjodohkanmu dengan Zed dari keluarga Seamoon." sambung lirih ayahnya.
"Dijodohkan? Tidak! dan Tidak akan pernah!" bentak Keith yang segera lari kekamar.
Aku berencana dijodohkan dengan Zed oleh ayahku setelah mendengar hubunganku dengan Zed. Tetapi aku menolak dan tetap memilih Keigo. Ketika Keigo mendengar ceritaku iapun merasa bahwa ia perlu melakukan sesuatu. Malam itu malam dimana bulan penuh datang. Keigo datang kerumahku ketika seluruh keluarga bagsawan Dracula melakukan upacara suci rutin setiap bulan penuh.
Didepan semua orang ia berseru. "Keluarkan Zed Seamon. Aku menantangnya berduel ditempat ini!" dengan gagah berani tanpa sedikitpun rasa gentar ia mengatakan tantangan itu didepan para Dracula. Dan tentu aku ada disitu, aku tidak bisa menahan keinginan Keigo. Bahkan ia berpesan dihadapan semua orang.
"Bila aku mati dalam duel ini, jangan gigit aku biarkan aku mati dengan tenang sebagai seorang manusia. Karena aku bangga menjadi manusia!" ucapnya.
Zedpun muncul dengan darah yang sudah dingin sebagai seorang dracula. Ia menatap remeh Keigo dari ujung kaki hingga ujung kepala sementara Keigo bersiap dengan pedangnya.
Saat itulah Duel terjadi. Duel yang mempertaruhkan nyawa didepan hadapan bulan purnama dengan Aku sebagai hadiahnya. Keteguhan hati dan semangat yang kuat dari Keigo banyak membuka mata semua Dracula ditempatku. Keigo berhasil mengalahkan Zed dengan tangannya, tetapi ia tidak membunuhnya.
"Bukan bearti hati manusia lemah, hanya saja kami selalu diajarkan untuk saling mengampuni sesama mahluk Tuhan." ujarnya ketika menghadapkan ujung pedang tajamnya dihadapan Zed langsung.
Aku jatuh dipelukan Keigo, menangis senang dalam kemenangan yang manis itu. Hal itu bukan hanya membuka mata orang lain tetapi juga mata kedua orang tuaku. Hubungan kami direstui, Keigo menjadi satu-satunya manusia yang terkenal didunia Dracula dengan aksi meregang nyawanya demi sebuah Cinta.
Tetapi hal itu tidak bertahan lama.
Saat itu merupakan musim semi dimana aku dan Keigo menyaksikan bunga sakura yang sangat terkenal bermekaran dan saat bagi munculnya banyak pesta dan festival, tiba-tiba sebuah kekacauanpun terjadi didunia manusia. Jayvolt seorang Dracula tipe Inferno mengutus para tentaranya untuk menyerang dunia manusia dan menjadikan mereka budak-budaknya. Jayvolt merupakan kriminal kelas kakap didunia para Dracula, sebelumnya ia telah dijebloskan kedalam penjara neraa tetapi kini justru bebas.
Dalam kekacauan itu akupun terpisah dengan Keigo, dan sejak hari itu aku tidak lagi melihatnya untuk beberapa hari. Hingga jatuh tepat pada hari itu, malam dimana seorang menyusup mencuri Hyakata dari tempat manusia srigala bersarang. Hyakata merupakan sebuah pedang terlarang yang tersegel, Hyakata berasal dari gabungan kata Yami no Katana yang bila diartikan merupakan pedang kegelapan. Sebelumnya pedang itu dimiliki oleh Jayvolt, tetapi sejak ia ditahan dineraka pedang itu dipercayakan oleh pemerintah neraka untuk disegel disarang manusia srigala, tetapi justru malam itu pedang itu dicuri. Banyak korban manusia srigala dalam insiden itu, hingga ketua mereka Redrick meminta bantuan kepada aliansi Dracula untuk mendapatkan pedang itu, dan aliansi itu beranggotakan ayahku.
Kami mengira bahwa penyusup itu merupakan salah satu orang Jayvolt yang ingin mengembalikan kejayaan Jayvolt kembali, dan kamipun berencana untuk menyerang markas Jayvolt lusa malam. Tetapi belum sampai lusa malam, terorpun terjadi pada kami, satu persatu dari kami dibunuh dengan kejam oleh seseorang yang misterius dengan menggunakan pedang itu. Hingga sampai pada giliran ayahku.
Gubrakkk... suara jatuh dari lantai atap ketanah. Sam vs Orang asing berpakaian ninja hitam dengan cadar.
Dengan cepat aku keluar kamar dengan Ibuku dengan tujuan menolong ayah.
Bug... pukulan keras mendarat tepat diwajah penyusup itu dariku. Iapun terpental jauh menabrak dinding hingga cadarnya terbuka. Betapa terkejutnya aku ketika orang yang mencoba membunuh ayahku itu merupakan kekasihku sendiri... Keigo.
"Keigo... kenapa? Kenapa kau lakukan ini?" Tanyaku sambil menangis menutup mulut. Dari kejauhan aku menatapnya yang wajah lusuh perlahan bangun.
Keigo sang pahlawan yang dibangga-banggakuan kaum Dracula justru menjadi teror bagi kaum Dracula dan Manusia srigala.
"Kau tidak akan mengerti Keith." lirih Keigo sambil tertunduk diam.
"Apa yang tidak mengerti?" kesalku sambil memukul kembali pipi Keigo kencang.
Brug... pentalannya menabrak pohon hingga pohon itu tumbang. Keigo tetap diam dan tidak membalas.
"Kau menghilang berhari-hari dan kini kau kembali dengan ingin membunuh bangsaku hah? Apa kau juga ingin membunuhku Keigo?" Tanyaku dengan berlinangan air mata.
"Kau seharusnya malu Keigo dengan dirimu! Kau... benar-benar manusia brengsek!" Kesal Ibu Keith.
Suasanapun hening sesaat dengan diwarnai air mata yang berlinganan disetiap tetes. Keigo duduk dibawah pohon itu dengan tertunduk, dengan darah yang berlinang disamping bibirnya.
"Maaf sebelumnya jika aku sudah tidak jujur padamu Keith." ucap Keigo.
Akupun tersentak diam dan berhenti menangis. Menarap kaget pada kata-kata Keigo.
"Aku bukan manusia." ujar Keigo.
Bagai ada sebuah petir menyambarku saat itu begitupun dengan kedua orang tua ku. Berbagai pertanyaan "mengapa" banyak bersemayam kekepalaku.
"Aku adalah Iblis. Dracula tingkat Inferno. Jayvolt adalah ayahku. Ini semua rencanaku Keith, mendekatimu untuk menemukan berbagai macam info mengenai penjara ayahku hingga akhirnya aku bisa membebaskannya dengan meloloskan beberapa pasukan iblisnya terlebih dahulu. Kau pasti bertanya bagaimana bisa aku berbau manusia dan seperti manusia seutuhnya, ya aku juga merupakan manusia. Aku Dracula setengah Manusia. Itu yang membuatku kuat hingga dapat mengalahkan Zed. Ini semua rencanaku untuk dapat membangkitkan kejayaan Ayahku Jayvolt. Maaf Keith tapi inilah kenyataannya." Jelas Keigo.
Aku terbelanga mendengar kejelasan Keigo. Tubuhku bagai membatu saat itu, semua pandanganku gelap dan aku tidak dapat lagi mengingat semuanya dengan benar. Keesokan harinya aku tersadar, berharap semalam hanyalah mimpi tetapi itu ternyata nyata. Zed menyelamatkan aku malam itu. Ia berkata aku nyaris Keigo bunuh sementara kedua orang tuaku telah tewas. Sekali lagi Zed menyadarkan aku untuk tidak mudah percaya siapapun di dunia ini, sama seperti ia yang orang tuanyapun telah terbunuh oleh Keigo.
Rasa Cinta berubah menjadi dendam. Bagai sebuah pohon sakura yang terbakar api hitam yang tak pernah padam bila pohon itu belum musnah benar. Aliansi Dracula telah hancur, tidak ada satupun anggotanya yang selamat, dunia manusia terancam oleh Jayvolt. Aku harus memilih untuk diam atau bertindak, mungkin bertindak untuk tidak memihak manusia melainkan membalaskan dendamku pada Keigo.
Aku mulai menyiapkan katanaku dengan Dracula dan Manusia srigala yang tersisa lainnya. Kami bersiap untuk rencana penyerangan ke markas Jayvolt. Hingga... penyeranganpun benar-benar terjadi. Untuk pertama kalinya aku membantu manusia, untuk pertama kalinya kau menolong seorang anak dari serangan pasuka iblis. Dan untuk pertama kalinya pula aku berhadapan dengan Keigo secara serius. Aku sempat mengingat ketika aku berhadapan dengannya ketika bermain Kendo dengan menggunakan Shinai (pedang kayu) aku terus saja gagal sementara ia selalu menang dariku, tetapi meski gagal ia mengulurkan tangannya sambil tersenyum padaku. Kini semua senyuman itu tidak akan ada lagi, pilihannya hanyalah jiwa siapa yang akan tetap hidup.
Kali ini Keigo benar-benar tidak sungkan dalam pertarungan ini. Ia mengayunkan Hyakata itu dengan sekuat tenaga melawanku, meski aku harus jatuh bangun melawannya tetapi aku telah bertekad untuk membalaskan dendamku terhadap orang tuaku yang ia bunuh.
Prang... pedangkupun patah oleh pedang Keigo hingga aku jatuh ditanah dan tersudut. Dalam kesempatan itu Keigo bersiap menikamku, tetapi ia terhenti ketika menatap mataku. Aku melihatnya, Keigo yang selama ini kukenal ada didalam sana, didalam semua taring dan cakar itu tersimpan Keigo, orang yang aku cintai. Aku memang mahluk berdarah dingin tetapi bukan berarti aku tidak memiliki perasaan. Aku mencintainya dan akupun tau Diapun mencintaiku, bukan sekedar drama mencintai tetapi benar-benar mencintaiku. Kami sudah melalui semuanya bersama untuk waktu yang cukup lama, aku sudah mengenalnya dan iapun sudah mengenalku, kami belajar semua hal bersamam, bermain, bahkan hingga melakukan segala hal yang menyenangkan bersama, tetapi semua itu bagai terdapat sebuah cermin diantara kita dengan sisi lain yang menelan Keigo kedalamnya hingga ia tak terlihat sementara aku ditarik kegelapan. 
Sekelopak sakura jatuh diatas genangan air, bukan air yang jernih melainkah sebuah darah. Keigo tidak membunuhku dengan pedang itu ia menahanya hingga mebuat geram Jayvolt dan menyerangku dengan pedang yang lain tetapi, Keigo menjadi tameng atas pedang itu. Ia membiyarkan jantungnya tertusuk demi aku. Meski begitu pedang itu cukup panjang juga untuk tembus dari dada Keigo kejantungku. Zed yang melihat itu segera mengayunkan parangnya pada tubuh Jayvolt hingga ia terbelah dua.
"Maaf membuatmu tersiksa dengan semua ini Keith." Ucap Keigo dengan senyum manis diwajahnya saat itu.
"Tak apa aku sudah cukup bahagia dengan melihat senyumanmu diakhir hayatku." Ucapku haru.
Dengan lemah, Keigo merangkak kearahku yang sudah skarat ditanah pertempuran itu, ia menggenggam tanganku dengan berlumuran darah itu. Bahkan masih terasa hangat ciuman Keigo saat itu. Sambil menangis aku tersenyum bahagia, meski tidak bisa hidup didunia inipun aku masih bisa hidup didunia selanjutnya dengan orang-orang yang aku cintai.
Perangpun berakhir dan dunia manusia kembali tentram tanpa gangguan para iblis, Dracula, Vampire, dan Manusia srigala semuanya ditarik dari dunia manusia dan kembali ke alam mereka dengan tenang. Aku percaya tanpa adanya kami, manusia dapat hidup dengan lebih baik. Mereka memiliki kekuatan yang disebut cinta yang bahkan dianggap tidak ada oleh bangsaku, tetapi aku menepis itu semua. Aku percaya Cinta itu dimiliki oleh setiap mahluk Tuhan.

Diary_Book_KeithMightalty2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar